BLOG DETAIL

Apa Itu Marketing Mix

31 May 2024 admin

Saat ini, bauran pemasaran atau marketing mix adalah salah satu strategi marketing yang paling efektif untuk menarik perhatian calon konsumen. Dengan memahami konsep marketing mix, Anda bisa membangun brand top-of-mind yang selalu menjadi pilihan bagi pasar yang Anda targetkan.

Di artikel ini, kami mengajak Anda mengenal apa itu marketing mix, fungsi dan manfaatnya, bagaimana konsep marketing mix, sampai contoh marketing mix yang bisa Anda tiru.

Apa itu Marketing Mix? 

Marketing mix adalah kombinasi dari elemen-elemen pemasaran untuk bisa mengonversi calon konsumen secara lebih efektif dan tepat sasaran.

Konsep marketing mix terdiri dari empat elemen utama, yaitu product (produk), price (harga), promotion (promosi), dan place (distribusi). Seluruh elemen marketing mix yang disebut 4P ini saling berkaitan, dan jika digabungkan akan menciptakan strategi pemasaran yang efektif.

Nah, tujuan menggunakan strategi marketing mix adalah untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Dengan berfokus pada elemen 4P dalam pemasaran, pelaku bisnis juga dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen dengan lebih baik.  

Misalnya, perusahaan dapat mengembangkan produk berkualitas tinggi dengan harga yang bersaing, lalu mempromosikan produk tersebut dengan cara yang menarik dan efektif, serta mendistribusikannya melalui saluran yang tepat.

Dengan melakukan penyesuaian dan pengoptimalan pada masing-masing elemen, sebuah brand bisa meningkatkan kemampuan bersaing dan memenangkan kepercayaan konsumen.

Konsep Marketing Mix

Saat ini konsep bauran pemasaran tidak hanya terdiri dari elemen marketing mix 4P yang dibentuk oleh E. Jerome McCarthy pada tahun 1960. 

Kini, konsepnya telah berkembang dan dikenal dengan marketing mix 7P. Elemen pemasaran 7P adalah konsep marketing mix yang sudah dimodifikasi sesuai perubahan zaman. Elemen tambahan di konsep ini adalah people, physical evidence, dan process.

1. Product

Produk merujuk pada barang atau jasa yang ditawarkan kepada konsumen. Elemen ini dapat juga diartikan sebagai apa saja yang diproduksi untuk memenuhi kebutuhan orang, bisa dalam bentuk jasa, barang, atau produk virtual. 

Di era digital ini produk tidak terbatas pada produk fisik atau jasa. Anda juga bisa menciptakan produk virtual seperti website, aplikasi, dan semacamnya.  

Yang perlu diingat, ketika menciptakan produk adalah Anda harus memproduksi produk yang sesuai dengan target pasar. Karena itulah Anda perlu melakukan riset produk untuk menemukan apa yang dibutuhkan pasar dan solusi apa yang bisa Anda tawarkan.

2. Price

Elemen berikutnya dalam marketing mix adalah price atau harga, yaitu jumlah uang yang dibebankan kepada konsumen dalam pertukaran produk atau layanan. 

Harga yang terlalu rendah bisa membahayakan keberlangsungan bisnis. Di sisi lain, harga yang terlalu tinggi juga akan menyurutkan minat pembeli. Jadi, Anda perlu menentukan harga jual yang tepat di mana konsumen tidak merasa keberatan dan bisnis Anda tetap bisa berjalan. 

Dalam ilmu ekonomi terdapat istilah Break Even Price, yaitu harga terkecil yang bisa dipasang pada produk agar bisnis tidak merugi. Untuk mendapatkan nilai break even price ada rumus tersendiri, yaitu:

Break Even Price = (Total Fixed Cost/Production Volume) + Variable Cost Per Unit

Keterangan lebih lengkapnya:

  • Total Fixed Cost. Biaya keseluruhan pembuatan produk, termasuk di dalamnya ongkos material, ongkos tenaga, dan lain-lain
  • Production Volume. Jumlah keseluruhan produk yang dibuat
  • Variable Cost Per Unit. Biaya pembuatan satu buah produk

3. Place

Place atau tempat adalah lokasi fisik tempat berjalannya bisnis atau kanal distribusi untuk mencapai calon konsumen yang ditargetkan. Sebuah bisnis memerlukan lokasi penjualan yang ideal untuk bisa menjangkau target pasar dengan mudah.

Elemen distribusi melibatkan strategi dan taktik yang digunakan untuk memastikan produk atau jasa mencapai konsumen dengan cara yang tepat dan efisien. Unsur marketing mix yang satu ini mencakup kantor pusat, gudang, pabrik, toko fisik, kantor cabang, hingga toko cabang.  

Tak terbatas hanya pada lokasi fisik, kini Anda pun perlu mempertimbangkan internet sebagai tempat berjualan. Tempat untuk menjual produk semakin beragam, dari media sosial, marketplace, hingga website toko online.

Setiap platform berjualan di internet punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Misalnya, marketplace memungkinkan Anda untuk menjangkau konsumen lebih banyak. Namun, ada banyak peraturan yang harus Anda patuhi dan adanya konsep bagi profit antara penjual dan pihak marketplace.

Berbeda dengan website toko online, Anda tidak terikat regulasi apa pun karena Anda mengelola dan membuat toko online secara mandiri. Jadi, keuntungan pun semuanya masuk ke kantong Anda.

4. Promotion

Promotion atau promosi adalah segala upaya untuk meningkatkan brand awareness dan penjualan produk. Promosi penjualan melibatkan aktivitas untuk memperkenalkan dan mengkomunikasikan produk atau layanan kepada konsumen. 

Anda dapat melakukan promosi menggunakan berbagai macam media, dari website, media sosial, surat kabar, radio, televisi, digital ads, media online, video online, hingga podcast.

Di era digital ini, mau tidak mau, Anda harus bisa menjangkau calon konsumen melalui ranah dunia maya. Baik itu melalui media sosial, trafik organik, digital ads, content marketing, ataupun video marketing.

5. Physical Evidence

Physical evidence atau bukti fisik bisa berwujud dalam bentuk logo, brosur, souvenir, akses untuk menghubungi customer service, seragam karyawan, event, sampai website resmi.

Seringkali konsumen memerlukan bukti fisik agar semakin yakin untuk memutuskan membeli produk Anda atau tidak. Sebagai contoh, Niagahoster adalah perusahaan yang menyediakan layanan hosting dan domain murah di Indonesia.

Tentunya, Niagahoster tidak bisa memberikan produk fisik kepada pelanggan. Meski begitu, Niagahoster tetap menyediakan physical evidence untuk konsumennya seperti merchandise, akses customer service, kerjasama event, dan masih banyak lagi.

6. People

People yang dimaksud dalam konsep marketing mix adalah seluruh orang yang terlibat dalam mengembangkan bisnis. Sumber daya manusia (SDM) merupakan aset terpenting dalam bisnis Anda. Salah dalam memilih SDM bisa berakibat fatal pada bisnis Anda.

Dapat Anda lihat pada infografik 10 Top Startup Mistakes, rekrutmen yang buruk adalah faktor kedua terbesar dalam kegagalan sebuah perusahaan rintisan. Jadi Anda tidak bisa menganggap rekrutmen sebagai proses sepele.

7. Process

Elemen terakhir dalam bauran pemasaran adalah process, yaitu prosedur, mekanisme, atau alur yang perlu dilakukan konsumen untuk menggunakan layanan Anda. Mudahnya, proses adalah pengalaman konsumen dari awal mengetahui produk Anda sampai ia melakukan pembelian.

Hal terpenting dalam salah satu elemen dalam konsep marketing mix 7P adalah konsistensi produk atau layanan. Apa yang Anda iklankan harus konsisten dengan apa yang didapatkan oleh konsumen. Sebab, inkonsistensi akan merusak pengalaman konsumen dan akan membuat konsumen tidak mau menggunakan produk atau jasa Anda lagi.

*sumber : www.niagahoster.co.id*

Bagikan artikel ini: