BLOG DETAIL

Apa Itu Artificial Intelligence (AI) dan jenisnya

07 May 2024 admin

Artificial Intelligence adalah gebrakan di dunia teknologi masa kini dengan penggunaan yang makin meroket belakangan ini. Sistem yang dibekali teknologi AI dipercaya dapat bekerja secara efektif dan efisien, sehingga meningkatkan produktivitas kerja.

Dalam waktu singkat, berbagai platform yang dibekali teknologi kecerdasan buatan mulai masif bermunculan. ChatGPT adalah salah satu contohnya, yang mungkin sudah sering Anda gunakan. Namun, sebenarnya apa itu AI? Bagaimana cara kerjanya?

Tenang, Anda sudah di tempat yang tepat, kok. Kali ini, kami ajak Anda belajar apa itu AI, contoh penerapan AI di berbagai bidang, prediksi tren kecerdasan buatan di masa depan, dan masih banyak lagi.

Apa itu Artificial Intelligence (AI)?

AI atau Artificial Intelligence adalah simulasi kecerdasan manusia yang diterapkan ke dalam sistem komputer atau perangkat mesin lain, sehingga perangkat tersebut punya cara berpikir seperti manusia.

Tujuan diciptakannya AI adalah untuk membuat teknologi yang mampu meniru aktivitas kognitif manusia, seperti cara belajar (learning), melakukan penalaran (reasoning), mengambil keputusan (decision making), dan mengoreksi diri (self correction).

Hasilnya, perangkat yang menerapkan AI dapat melakukan setidaknya satu di antara empat hal berikut:

  • Acting Humanly – Sistem dapat bertindak seperti manusia.
  • Thinking Humanly – Sistem bisa berpikir layaknya manusia.
  • Thinking Rationally – Sistem mampu berpikir secara rasional.
  • Acting Rationally – Sistem sanggup bertindak dengan rasional.

Lantas, bagaimana cara kerja AI sebenarnya?

Singkatnya, cara kerja Artificial Intelligent adalah dengan memanfaatkan data yang diinput untuk dipelajari. Di sini, programmer adalah pihak yang biasanya memberikan data sebagai sumber pengetahuan untuk AI.

Nantinya, AI akan mengidentifikasi data, menganalisis pola dan hubungan antar data, lalu mengambil keputusan berdasarkan apa yang ia pelajari. Semakin banyak berlatih dengan big data, kemampuan AI juga akan semakin meningkat.

Mirip sekali dengan cara kerja otak manusia, kan? Nah, itu tadi pengertian kecerdasan buatan dan cara kerjanya. Berikutnya, yuk kenalan dengan jenis-jenis AI!

Jenis-jenis AI

Berdasarkan jenisnya, Artificial Intelligence dibagi menjadi empat kategori, yaitu:

1. Reactive Machine

Reactive Machine adalah jenis Artificial Intelligence dengan kemampuan paling dasar. Sesuai namanya, teknologi kecerdasan buatan ini mampu merespons tindakan, tapi tidak bisa menyimpan memori atau belajar dari pengalaman masa lalu.

Dengan kata lain, teknologi AI ini tidak mengembangkan fungsionalitasnya, serta hanya bisa dimanfaatkan untuk pekerjaan yang sifatnya lebih spesifik.

Salah satu contoh Reactive Machine AI adalah Deep Blue, program permainan catur milik IBM yang pernah mengalahkan juara catur dunia Garry Kasparov.

Machine Learning ini mampu mengidentifikasi bidak di papan catur, memprediksi pergerakan lawan, hingga mengkalkulasi langkah yang harus ia ambil berikutnya, sehingga bisa memenangkan pertandingan.

2. Limited Memory

Jenis kecerdasan buatan berikutnya adalah Limited Memory. Berbeda dengan Reactive Machine, Limited Memory mampu menyimpan memori dan memanfaatkan pengalaman sebelumnya sebagai pertimbangan keputusan di masa mendatang.

Artinya, semakin banyak ia mempelajari data, keputusan yang dihasilkannya jadi semakin akurat.

Salah satu contoh penggunaan Limited Memory pada Artificial Intelligence adalah mobil tanpa pengemudi (self-driving cars). Teknologi AI ini mampu mengobservasi kecepatan, pergerakan mobil, maupun hal lain yang ia temui di jalan.

Berkatnya, mobil tanpa pengemudi pun tetap bisa menentukan kapan harus berbelok, menyalip, mengerem, semuanya tanpa campur tangan manusia.

3. Theory of Mind

Theory of Mind adalah jenis Artificial Intelligence yang saat ini masih belum eksis. Pun demikian, Anda wajib tahu bahwa teknologi kecerdasan buatan ini memang akan dikembangkan.

Nantinya, Theory of Mind tidak hanya bisa meniru cara manusia berpikir, tapi juga memiliki kecerdasan sosial-emosional serupa. Sehingga, AI jenis ini bisa berinteraksi dan memahami emosi dan perilaku manusia.

4. Self-awareness

Layaknya Theory of Mind, Self-awareness juga merupakan teknologi AI yang belum hadir di masa sekarang. Namun dibanding Theory of Mind, Self-awareness Artificial Intelligence ini jauh lebih canggih.

Sebab, tak hanya kecerdasan emosionalnya yang mirip, Self-awareness juga punya tingkat kesadaran seperti manusia seutuhnya.

Oh ya, jika Anda sulit membayangkan, Theory of Mind dan Self-awareness AI bisa Anda temukan ketika menonton film-film fiksi ilmiah. Entah itu sebagai asisten virtual maupun robot interaktif.

Beberapa contohnya seperti virtual assistant di film HER, atau Jarvis dari trilogi film Iron Man.

*sumber : www.niagahoster.co.id*

Bagikan artikel ini: